Sekjen APKLI Merah Putih Saiful Chaniago,S.E Siap Memperjuangkan Pedagang K5 Dan UMKM
Jakarta, – Pelantikan dan Rapat Kerja Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Usaha Kecil, Mikro dan Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Merah Putih periode 2026–2031 menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan komitmen memperjuangkan kesejahteraan pedagang kaki lima dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (8/11/2026) di Gedung Juang 45, Jakarta, mengusung semangat mendukung dan menyukseskan program unggulan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), pembangunan sekolah dan Rumah Rakyat, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.
Acara tersebut juga diwarnai dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial dan komitmen organisasi untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP APKLI Merah Putih, Saiful Chaniago, S.E., dalam wawancara dengan awak media menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik untuk masa bakti 2026–2031.
Menurut Saiful, pelantikan ini bukan sekadar pergantian atau pengukuhan kepengurusan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk memperjuangkan kepentingan pedagang kaki lima dan pelaku UMKM dari tingkat pusat hingga pelosok daerah.
“APKLI Merah Putih berkomitmen memberikan yang terbaik bagi pedagang kaki lima dan pelaku usaha kecil menengah di seluruh Indonesia. Kami akan terus memastikan optimalisasi kesejahteraan mereka agar semakin berkembang, mandiri, dan memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup,” ungkap Saiful.
Ia menegaskan, APKLI Merah Putih juga berkomitmen mengawal secara sungguh-sungguh berbagai kebijakan dan program kerakyatan yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, sejumlah program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, pembangunan sekolah, serta Rumah Rakyat merupakan program yang memiliki potensi besar dalam mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Saiful menilai, keberadaan program-program tersebut harus mampu memberikan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi rakyat, termasuk membuka peluang usaha, memperluas pasar, serta meningkatkan keterlibatan pedagang kaki lima dan UMKM dalam rantai perekonomian nasional.
“Kami melihat program-program kerakyatan Presiden Prabowo sebagai langkah positif yang dapat memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan usaha kecil menengah dan pedagang kaki lima di seluruh Indonesia. Karena itu, APKLI siap mendukung sekaligus mengawal agar pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Saiful mengungkapkan bahwa salah satu target utama APKLI Merah Putih periode 2026–2031 adalah mendorong pedagang kaki lima dan pelaku UMKM agar mampu naik kelas, semakin modern, berdaya saing, serta memiliki akses terhadap fasilitas dan infrastruktur usaha yang memadai.
Ia menekankan bahwa pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan para pedagang kecil, mulai dari ketersediaan tempat usaha yang layak, kemudahan akses permodalan, fasilitas pendukung, hingga pengembangan pasar.
“Harapan kami, pedagang kaki lima dan pengusaha kecil di seluruh Indonesia bisa naik kelas, lebih modern, serta mendapatkan fasilitas dan infrastruktur usaha yang sebaik-baiknya. Mereka harus diberikan ruang untuk berkembang dan menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi nasional,” jelasnya.
Saiful juga berharap kepengurusan DPP APKLI Merah Putih yang baru dapat bekerja secara solid, responsif, dan konsisten dalam menyerap serta memperjuangkan aspirasi para pedagang dan pelaku UMKM.
Menurutnya, kekuatan ekonomi nasional tidak boleh hanya bertumpu pada sektor usaha besar, tetapi juga harus dibangun melalui pemberdayaan ekonomi rakyat yang menjadi fondasi penting perekonomian Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Saiful Chaniago turut menanggapi isu dugaan penyadapan terhadap Presiden Republik Indonesia yang menjadi perhatian publik.
Ia menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan tindakan penyadapan tersebut, terlebih apabila terbukti dilakukan oleh oknum aparat yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, hukum, dan konstitusi negara.
“Kami sangat mengecam keras tindakan oknum yang terindikasi terlibat dalam dugaan penyadapan terhadap Presiden Republik Indonesia. Bagi kami, tindakan tersebut merupakan perbuatan yang tidak bermoral, inkonstitusional, dan dapat merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Saiful.
Ia meminta aparat penegak hukum mengusut perkara tersebut secara profesional, transparan, dan menyeluruh. Apabila terbukti bersalah, pihak-pihak yang terlibat harus diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Bahkan, Saiful mendesak agar Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas terhadap oknum aparat yang terbukti melakukan pelanggaran berat, termasuk pemberhentian tidak dengan hormat apabila memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jangan sampai tindakan seperti ini merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Saiful menegaskan bahwa APKLI Merah Putih siap menjadi bagian dari kekuatan masyarakat yang turut mengawal keberhasilan program pemerintah, khususnya dalam memperkuat sektor ekonomi kerakyatan.
Ia berharap kepengurusan periode 2026–2031 mampu menghadirkan program kerja yang konkret, terukur, dan menyentuh langsung kebutuhan pedagang kaki lima serta pelaku UMKM di berbagai daerah.
Melalui pelantikan, rapat kerja, dan santunan anak yatim tersebut, APKLI Merah Putih ingin menegaskan bahwa perjuangan organisasi tidak hanya berorientasi pada penguatan kelembagaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan keberpihakan terhadap ekonomi masyarakat kecil.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, APKLI Merah Putih optimistis dapat berkontribusi dalam mendorong UMKM naik kelas, memperluas kesempatan usaha, meningkatkan kesejahteraan pedagang, serta mendukung terwujudnya target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen menuju Indonesia Emas 2045.


