Fokusberita.co ◊ Rabu, 7 Oktober 2026.
BLITAR – Jumlah anak muda yang memilih jalur kewirausahaan di Kota Blitar terus menjadi potensi yang layak diperkuat.
Namun, keberanian membuka usaha saja belum cukup. Pelaku usaha muda membutuhkan ekosistem yang bisa membantu mereka meningkatkan kemampuan, memperluas jaringan, menemukan peluang dan bertahan menghadapi persaingan.
Kondisi itu menjadi salah satu pembahasan ketika Ketua DPRD Kota Blitar dr. Syahrul Alim berdialog dengan pengurus dan anggota Cah Preneur Indonesia Kota Blitar di Angkringan Mbah Jono, Rabu (7/10/2026).
Forum yang berlangsung santai tersebut justru membuka sejumlah persoalan yang dihadapi pengusaha muda.
Mulai dari peningkatan kapasitas, pengelolaan usaha secara profesional, akses peluang usaha, kebutuhan fasilitas hingga dukungan kebijakan pemerintah menjadi aspirasi yang disampaikan.
Syahrul menilai geliat anak muda di sektor usaha merupakan aset penting bagi perekonomian daerah.
Karena itu, semangat mereka perlu dijaga agar keterbatasan pengalaman, fasilitas maupun akses tidak membuat usaha yang baru dirintis berhenti di tengah jalan.
“Kegiatan anak-anak muda ini bertujuan meningkatkan kapasitas serta profesionalitas, utamanya di bidang UMKM. Hal ini memang layak kita dukung sepenuhnya, karena mereka masih muda-muda. Jangan sampai semangat mereka patah,” kata Syahrul.
300 Lebih Anak Muda dalam Satu Komunitas
Cah Preneur Indonesia Kota Blitar saat ini memiliki lebih dari 300 anggota.
Mayoritas anggotanya merupakan anak muda berusia di bawah 40 tahun. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelaku usaha yang sudah berjalan hingga mereka yang masih mencari keberanian untuk memulai.
Besarnya jumlah anggota tersebut menunjukkan bahwa kewirausahaan anak muda memiliki ruang yang cukup besar untuk dikembangkan di Kota Blitar.
Namun, komunitas tersebut tidak ingin hanya menjadi tempat berkumpul.
Anggota didorong saling berbagi pengalaman, pengetahuan dan jaringan sekaligus membuka peluang kerja sama antarpelaku usaha.
Bagi anak muda yang belum memiliki usaha, komunitas juga diharapkan menjadi tempat belajar sebelum benar-benar terjun ke dunia bisnis.
Pemerintah Jangan Berhenti di Seremonial
Syahrul menilai pengembangan UMKM tidak bisa seluruhnya dibebankan kepada pelaku usaha.
Pemerintah memiliki peran dalam membangun ekosistem yang memungkinkan usaha masyarakat berkembang secara berkelanjutan.
Karena itu, komunikasi langsung dengan pelaku usaha dinilai penting agar pemerintah maupun legislatif mengetahui persoalan yang benar-benar terjadi di lapangan.
Menurut Syahrul, pelaku usaha senior juga dapat mengambil peran sebagai mentor bagi generasi muda.
Di sisi lain, anak muda membawa kreativitas, keberanian dan gagasan baru yang dapat menjadi energi tambahan bagi perkembangan dunia usaha.
“Apapun bentuknya, dari para senior maupun pelaku UMKM, semuanya dapat menumbuhkan semangat dan bersinergi dengan pemerintah. Pemerintah pun memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi kegiatan para pemuda ini, agar usaha yang dirintis dapat terus tumbuh dan berkembang,” tegasnya.
Aspirasi Mulai Dibawa ke Ruang Kebijakan
Ketua Cah Preneur Indonesia Kota Blitar Ulung Wijaya mengapresiasi kesempatan berdialog langsung dengan Ketua DPRD Kota Blitar.
Menurutnya, pertemuan tersebut membuat pelaku usaha lebih leluasa menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
“Terima kasih. Kami merasa sangat senang dapat berdekatan langsung dengan Pak Syahrul selaku Ketua DPRD Kota Blitar. Sebenarnya banyak hal yang ingin kami sampaikan terkait dunia usaha, karena kami masih muda, masih baru berproses,” ujar Ulung.
Dalam dialog itu, anggota komunitas menyampaikan sejumlah kebutuhan, termasuk pengembangan kemampuan, akses peluang usaha dan dukungan fasilitas.
Ulung berharap aspirasi tersebut tidak berhenti sebagai pembicaraan, tetapi dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti melalui program yang benar-benar dirasakan pelaku usaha.
“Hari ini banyak sekali keluhan dan aspirasi yang kami sampaikan. Alhamdulillah diterima dengan baik. Harapannya, apa yang kami sampaikan dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti, sehingga Cah Preneur Indonesia dapat berjalan sesuai visi mencetak wirausahawan muda yang mandiri dan bermanfaat bagi Kota Blitar,” tuturnya.
Bagi Kota Blitar, tumbuhnya wirausaha muda bukan hanya soal bertambahnya jumlah UMKM.
Jika mampu berkembang, usaha-usaha tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Karena itu, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar mendorong anak muda berani memulai usaha, tetapi memastikan mereka memiliki akses terhadap pengetahuan, jaringan, fasilitas dan kebijakan yang membuat usaha tersebut mampu bertahan hingga naik kelas.
Dari ruang dialog antara komunitas dan DPRD, kebutuhan itu mulai dipetakan. Tinggal bagaimana aspirasi tersebut diterjemahkan menjadi kolaborasi dan kebijakan yang benar-benar membuka jalan bagi wirausaha muda Kota Blitar untuk berkembang.



