Minggu ini

spot_img

Berita Terkait

Bukan Sekadar Sekolah, SMKN 1 Kademangan Sulap Lahan 4,5 Hektare Jadi Agro Technopark

Fokusberita.co ◊ Selasa, 6 Oktober 2026

BLITAR – Sekolah kejuruan tak harus berhenti pada pembelajaran di ruang kelas.

SMKN 1 Kademangan, Kabupaten Blitar, justru memanfaatkan lahan sekolah untuk menghadirkan ruang belajar berbasis praktik sekaligus mengembangkan potensi pertanian, peternakan, dan perikanan.

Konsep tersebut dikembangkan melalui Eduwisata Agro Technopark, yang menjadi salah satu inovasi unggulan SMKN 1 Kademangan.

Potensi itu turut dilihat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke SMKN 1 Kademangan, Selasa (6/10/2026).

Kunjungan tersebut didampingi Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.

Di lokasi, rombongan melihat langsung sejumlah aktivitas yang dikembangkan sekolah, mulai budidaya melon, pengelolaan telur, hingga peternakan ayam broiler.

Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah mengapresiasi konsep yang diterapkan SMKN 1 Kademangan.

Menurutnya, kekuatan sekolah tersebut terletak pada kemampuannya menghubungkan pendidikan dengan potensi sektor produktif yang ada di daerah.

“Luar biasa. Tadi saya sampai heran, sekolahnya sangat komplet. Ada peternakan, pertanian dan berbagai potensi lainnya,” ujar Beky.

Bagi Beky, model pendidikan seperti itu penting karena siswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga pengalaman praktik yang dapat menjadi modal ketika memasuki dunia kerja.

Keterampilan tersebut bahkan bisa dikembangkan menjadi bekal untuk membuka usaha secara mandiri.

4,5 Hektare Jadi Laboratorium Pembelajaran

Kepala SMKN 1 Kademangan Hadi Sucipto mengatakan pengembangan Agro Technopark dilakukan secara bertahap.

Sekolah memiliki lahan sekitar 4,5 hektare yang kemudian dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus mengembangkan berbagai program berbasis agro.

Menurut Hadi, konsep tersebut berawal dari inovasi Eduwisata Agro Technopark.

Program itu kemudian mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur hingga akhirnya menarik perhatian Gubernur Khofifah.

“Awalnya kami memiliki inovasi Eduwisata Agro Technopark yang kemudian diresmikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Dari situ mendapat apresiasi dan dilaporkan kepada Ibu Gubernur. Akhirnya Ibu Gubernur tertarik datang langsung melihatnya,” jelas Hadi.

SMKN 1 Kademangan saat ini memiliki tujuh kompetensi keahlian.

Sejumlah kompetensi tersebut berkaitan erat dengan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sehingga potensi lahan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai sarana praktik langsung bagi siswa.

Dengan pola tersebut, kegiatan belajar tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada kemampuan mengelola dan menghasilkan produk.

Dibuka untuk Masyarakat

Yang menarik, Agro Technopark tidak hanya diperuntukkan bagi siswa SMKN 1 Kademangan.

Sekolah mulai membuka kawasan tersebut sebagai lokasi wisata edukasi bagi sekolah lain.

Program kunjungan disusun berdasarkan jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Salah satu aktivitas yang ditawarkan adalah pengalaman memetik melon secara langsung.

“Sudah kami buka untuk kunjungan. Kami membuat beberapa paket, mulai untuk anak TK, SD sampai SMP. Salah satunya kegiatan petik melon,” kata Hadi.

Konsep tersebut membuat lahan sekolah memiliki fungsi ganda.

Di satu sisi menjadi tempat siswa mengasah keterampilan vokasi, sementara di sisi lain dapat menjadi ruang belajar bagi masyarakat dan pelajar dari sekolah lain.

Pengembangan juga dilakukan di sektor peternakan.

SMKN 1 Kademangan telah membangun kemitraan dengan dunia usaha untuk memperkuat pembelajaran berbasis praktik sekaligus mengenalkan siswa pada lingkungan kerja yang sebenarnya.

Hadi berharap perhatian pemerintah provinsi dan pemerintah daerah terhadap inovasi sekolah dapat menjadi energi baru untuk terus melakukan pengembangan.

“Kujungan Ibu Gubernur dan Bapak Wakil Bupati Blitar semakin menambah semangat kami untuk terus meningkatkan prestasi, inovasi dan kinerja,” ujarnya.

Ke depan, SMKN 1 Kademangan ingin terus memperkuat posisinya sebagai sekolah vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan dengan ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan nyata.

Agro Technopark pun menjadi salah satu cara sekolah mengubah potensi lahan menjadi ruang belajar, ruang inovasi, sekaligus pintu mengenalkan dunia agro kepada masyarakat.

Artikel Populer